Berbagi Opor Bersama Kaum Dhuafa Sekitar Taman Maluku

pertengahan september lalu, kami kembali mengadakan maparin tuangeun yang kedua. setelah bulan lalu “tayang perdana” di taman cibeunying, kali ini taman maluku menjadi tempat tujuan kedua maparin tuangeun. sama seperti bulan lalu, maparin tuangeun september ini kami laksanakan tanpa tatap muka untuk merumuskan persiapannya. segala bentuk koordinasi kami lakukan melalui aplikasi pesan berkelompok, mulai dari diskusi tempat sampai membagi tanggung jawab dan tugas-tugas kecil, sebagai petugas pembawa ember dan alat cuci, air mineral dalam galon, buah, kudapan, meja lipat, tikar, gelas, kompor portable dan yang paling utama : makanan dan perlengkapannya.

karena pelaksanaan maparin tuangeun kemarin dekat dengan idul adha, salah satu hari besar umat islam yang biasanya dirayakan dengan menu makanan yang khas, maka kami memilih menu yang terbilang nekat: ketupat dan opor ayam. menu berkuah yang mengharuskan kami membawa perlengkapan makan lebih niat dari sebelumnya. kalau saat maparin tuangeun yang pertama, kami cukup membawa piring rotan dan alas daun, kemarin kami membawa piring kaca lengkap dengan sendok garpu, ember dan perlengkapan cucinya. maklum, piring yang kami pinjam berjumlah seadanya, membuat kami harus segera mencuci untuk sesi makan selanjutnya.

beberapa teman bertanya, kenapa kami tidak memesan saja makanan yang terbungkus untuk kemudian membagikannya, tentu akan jauh lebih mudah, praktis, cenderung menghemat waktu dan tenaga pula. tapi kalau boleh bercerita, sebenarnya maparin tuangeun lahir dari keinginan sederhana kami untuk melayani. mengajak tunawisma dan dhuafa untuk duduk bersama, mempersilakan mereka beristirahat sambil menikmati makanan, kudapan dan buah-buahan yang kami sajikan. rasanya waktu dan tenaga yang diperlukan tidak sebanding dengan banyak hal membahagiakan yang kami dapat dari melayani, tentu akan berbeda sekali rasanya jika kami sekedar membagikan bungkusan nasi meski dengan lauk pauk dan buah yang sama lengkapnya.

maparin tuangeun membuktikan kepada saya bahwa masih banyak orang yang tak segan berbagi kebaikan. banyak respon positif yang saya dapat, banyak sekali teman-teman yang ikut menyumbang waktu, berkontribusi dengan tenaga juga yang dengan ikhlas menyisihkan sebagaian dana. terimakasih banyak ya temans! harapan terbesar saya tetap sama, semoga kebaikan kecil ini bisa menular, melahirkan kebaikan lainnya, menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal serupa. percaya atau tidak, efek besar kegiatan ini sebenarnya adalah untuk kita sendiri, semacam  pengingat: there is always, aways, always something to be thankful for. betul kan? (CW-  @jengsekar)

maparinpart2b

 

maparinpart2c

 

maparinpart2a

 

foto hasil jepretan teman kami nrspyn

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *