Menebar Kebaikan Di Taman Fotografi

Maparin Tuangeun edisi ke-4 berada di taman fotografi dan berbagi nasi tutug oncom, sebelum kesana, Kali ini kami ingin mengutip dari sebuah artikel kerabat sahabat dan juga merupakan teman seperjuangan saat di himpunan mahasiswa, beliau merupakan pribadi yang baik dan juga salah satu pencetus gerakan #maparintuangeun ini yaitu @ajengsekar cekidot !

saya mungkin satu dari sedikit orang yang mendukung terlaksananya kegiatan masa orientasi, ospek atau malam silaturahmi atau apapun itu istilahnya. kegiatan yang jadi momok bagi sebagian besar (maha)siswa baru sekaligus kegiatan yang banyak jadi sorotan beberapa tahun belakangan ini, sampai pada akhirnya diterapkan kebijakan untuk menghapus segala jenis kegiatan sejenisnya di berbagai jenjang pendidikan. saya tidak tau, mahasiswa baru masa kini harus bergembira atau bersedih karena akan kehilangan momen-nostalgia-paling-tak-ada-habisnya untuk diceritakan ulang.

nostalgia itu berwujud tidur tidak enak, bangun tengah malam, gelap dengan hanya berbekal senter seadanya, berjalan di jalan setapak yang belum pernah kita lewati sebelumnya, hujan, licin, dingin, dibentak-bentak pula. lengkap sudah derita. belum lagi kalau ada rekan satu kelompok yang berpita kuning atau yang perlu diperlakukan dengan hati-hati. kami-kami yang tidak berpita dan tidak perlu diperlakukan secara khusus ini pastilah menanggung derita lebih dari yang lainnya hahahahaha. duh, rasanya saat itu ingin segera ada dirumah (lagi), atau bahkan ingin segera melompat ke satu hari berikutnya. duduk di kantin dengan jaket himpunan dan pakaian kering sambil menyantap mie instan adalah mimpi paling indah sebagian besar peserta malam itu.

tapi percaya deh, malam yang dulu paling ingin cepat kita lalui itu, akan jadi malam yang seru untuk diceritakan berkali-kali sampai belasan tahun kemudian. beberapa hari yang dulu terasa menyebalkan sekali akan jadi hari-hari paling membahagiakan ketika diceritakan lagi. tentang betapa polos dan lugunya kita saat itu, tentang betapa baik senior-senior berbadan besar dan bersuara lantang, yang tiap bertemu selalu mengajak push up minimal dua seri dengan alasan agar kami tidak merasa kedinginan *salim senior*, tentang cinta lokasi *uhuk*, tentang lampu pertromak yang susah sekali menyala, tentang betapa lelahnya panitia berlari keluar masuk hutan demi mengantar tandu untuk mengangkut peserta.

sampai sebagian besar teman himpunan saya dulu sepakat bahwa istirahat dan tidur paling nikmat adalah tidur sepulang acara malam silaturahmi. ya karena memang acara tersebut sangat menguras tenaga, terlebih sebagai panitia selain lelah secara fisik, kami juga punya tanggung jawab psikis, kepada dosen pembina, orangtua dan keselamatan adik-adik mahasiswa baru yang kami “ajak” mengikuti malam silaturahmi. selama bertahun-tahun saya setuju dengan pernyataan itu, sampai akhirnya berganti setelah saya merasakan dua kali melahirkan, maaf gais, tapi ternyata sekarang, tidur paling nikmat adalah tidur selepas proses melahirkan :p

sekarang sudah belasan tahun berlalu, tanpa malam silaturahmi, mungkin saya tidak akan bertemu banyak orang-orang baik seperti mereka. tanpa ruang himpunan yang berukuran tidak lebih dari sembilan meter persegi dulu, mungkin tidak pernah terjalin benang merah yang selalu membuat kami merasa dekat dan terhubung. selalu ada cerita seru untuk diceritakan ulang ketika bertemu. dan saya percaya, salah satu hal yang paling membuat bahagia adalah punya teman-teman yang selalu menularkan kegembiraan dan semangat. terimakasih kalian, terimakasih karena selalu mengisi amunisi tenaga dengan positive vibes dan tawa bahagia. ten years and still counting woohoo! semoga kita bisa terus berteman, saling mengingatkan untuk selalu berbagi dan terus menebar kebaikan. aamiiin.

maparin4-1

Terimakasih @ajengsekar bersedia mengisi kutipan disini, dan menginspirasi dengan gerakan maparintuangeun yang insyaallah terus berjalan dan makin banyak orang baik yang ingin menebarkan kebaikan.

Alhamdulilah sabtu kemarin, kami mengulang #maparintuangeun untuk ke-empat kalinya. dengan personil yang jauh lebih banyak dan kebahagiaan yang makin berlipat. alhamdulillah. 

terimakasih teman-teman yang sudah mendukung #maparintuangeun. menyumbang waktu, dana, juga tenaga, mengirimkan banyak sekali kudapan dan buah. yang akhirnya membuat kami semakin percaya, orang -orang berhati baik masih banyak sekali jumlahnya
maparin4-8 maparin4-7 maparin4-6 maparin4-5 maparin4-4 maparin4-2
sampai ketemu lagi di #maparintuangeun lima, desember nanti ya

foto by @nrspyn

Thanks story by @ajengsekar

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *